Monday, 16 November 2009

...hanya ingin bersyukur...


ketika cobaan itu datang, ku pikir akan segera berlalu...selalu berdoa,memohon ampun dan kekuatan, menyembunyikan kekhawatiran, rasa takut yang terkadang tiba2 datang dengan sekuat tenaga ditepiskan. Dari waktu kewaktu...hari kehari berganti minggu...bulan...dan tiba2 rasa takut dan khawatir itu muncul disaat yg tidak tepat bagiku, dimana semua mata terlelap, terbuai di alam mimpi...tp mata ini tetap terjaga...rasa gelisah, kekhawatiran, ketakutan yg sekian lama dapat disembunyikan atau di acuhkan kini muncul semua jadi satu membuat dada ini sesak, tak dpt bernafas hanya air mata yg tiba2 terus menerus mengalir dengan sendirinya... Yaa Rabb apa yang Kau inginkan dariku...dengan angkuh pertanyaan itu sempat terlintas dikepala....apa yang Kau ingin aku lakukan...air mata terus mengalir...mengalir...seha
rusnya aku bersuci dan bersujud di atas sejadahMu...tetapi aku lebih memilih membiarkan air mata ini mengalir dgn deras...kusandarkan tubuh ini disudut kamar...menagis dan berfikir...apa yang Kau tuliskan dlm takdirku ya Allah...bukankah janjiMu kesusahan datang bersamaan dgn kemudahan...

air mata masih mengalir,dan aku masih berfikir dan mengingat...aku sdh berdoa...memohon ampun....kekuatan...ketabahan...aku terus memohon kepada Mu...karna hanya pada Mu lah aku memohon dan meminta...terus meminta...dan meminta....Yaa Allah...aku hanya terus meminta...dan saat ini aku terlalu malu untuk meminta...

Yaa Allah....subuh ini dan selanjutnya aku hanya ingin bersyukur...atas Rahmat dan Karunia Mu, nikmat dan rizki Mu, sehat dan sakit Mu, bahagia dan sedih Mu, tawa dan tangis Mu...bahkan untuk setiap cobaan yang kau berikan untukku...karna memang seharusnya semua kembali kepada Mu...

cobaan ini masih disekelilingku...dan aku hanya ingin bersyukur...dan mencoba mencari kemudahan dari setiap kesusahan yang Kau berikan padaku...karna jika aku berhasil melaluinya...maka aku akan berada satu tingkat lebih tinggi dari sebelumnya...dan InsyaAllah akan siap menghadapi cobaan yang lebih berat lainnya...dengan izin dan pertolongan Mu...

Ya Allah terimakasih atas semua pelajaran hidup yg Kau berikan...terima kasih atas Rahmat Mu...terima kasih untuk gadis kecil di lampu merah yang menjual koran dipanas terik namun masih mampu tersenyum manis, terima kasih untuk para istri yg mengalami kekerasan dlm rumah tangga tetapi tetap menjadi isti yg solehah, terima kasih untuk para korban bencana alam yang masih bisa tertawa riang...terima kasih untuk pelajaran hidup yg sangat berharga...sudah sepatutnya kita bersyukur dan terus bersyukur...karna masih banyak yg kurang beruntung seperti kita, tetapi mereka tetap tabah...tdk menyerah...dan Allah bersyalawat untuk umatNya yg tertimpa musibah tapi tetap mengagungkan namaNya...

sekalilagi ...terimaksih...alhamdulillah...thankyou...merci...sie' sie'...kamsya...arigatto..or what ever lah...

Jazaakumullah khairan katsiiran. ^_^

(original by bunda Ara)

Saturday, 14 November 2009

Kusut, Kalut, dan kabut....



( apa-an tuh mas...kok tiba-tiba ngomong nya gak jelas dan rada-rada ...) "eh...baru aja nulis dah di sentil...entarlah baca dulu baik-baik...ya.."

kemarin teman saya bilang memang negara kita sedang kusut, masalah satu nyangkutnya kemana-mana dan mengkaitkan dari satu orang ke banyak orang, bahkan melibatkan emosi semua orang yang hidup di Indonesia ini. kita sebagai warga yang bertanggung jawab mencoba ikut andil dalam masalah ini tapi sebatas obrolan kedai kopi atau obrolan kolega kantor, tapi kita sebenarnya cuma tahu sebatas kulit luarnya saja, substansi permasalahan awalnya kita pun agak rada-rada bingung mana yang permasalahan pokok dari permasalahan yang terjadi dari kemelut dari 3 institusi penegak hukum ini. Dari permasalahan korupsi tender radio komunikasi di dephut, penyuapan KPK, Bank Century, hingga terbunuhnya suami sang Cady golf " Rani" oleh bapak "AA" ( apa AA itu mas..merek korek api ya..)..." ini orang nyentil aja, itu inisial aja, saya takut di katakan menuduh, karena masih dalam persidangan...ngerti !!!"
kita tidak tahu ada apa di balik semua ini, semua permasalahan itu kata banyak orang berkait satu sama lainnya, bisa saja semua anggapan kita benar pada saat ini, akan menjadi terbalik 180' pada kenyataannya. pantas sekali teman saya bilang permasalahannya KUSUT. ( oh...iya...iya...)

KALUT, ya semua orang yang tersempil sedikit aja dalam permasalahan ini pasti akan kalut..( takut di panggil tim 8 kali ya.. mas..) " ..nah..dah pandai analisanya...gak usah nyentil lagi ya...". ya semua orang yang terlibat sekecil apapun dalam permasalahan ini akan dimintakan klarifikasinya oleh TPF atau Tim 8 bentukan bapak SBY. Selain itu bagi lembaga selaku institusi yang terlibat kasak-kusuk mencoba mengkounter fakta yang menyudutkan dengan menghadirkan fakta yang berbeda sebagai perimbangan. " Kami hanya merilis fakta untuk menyeimbangkan opini publik " kata Nanan selaku Humasnya Polri dihadapan wartawan, setelah "WW" mengunkapkan facta di persidangan yang ditenggarai menyudutkan institusi polri.

Tapi kebanyakan permasalahan besar yang terjadi di Indonesia ini banyak berakhir dengan ketidakpuasan di hati masyarakat, pantas saja masyarakat tidak begitu percaya lagi kepada institusi/lembaga hukum di indonesia ini, suatu permasalahan bisa jadi di SP3 kan, atau bisa jadi permasalahan itu di buat berlarut-larut sehingga masyarakat bosan dan di munculkan lagi permasalah baru yang menyedot banyak perhatian public sehingga permasalahan yang lama itu terlupakan tertutupi KABUT permasalahan baru yang di munculkan. para pemimpin yang licik itu paham akan memory masyarakat indonesia itu pendek, sehingga mereka akan sangat mudah membuat kabut-kabut permasalahan yang lain, untuk menutupi permasalahan yang besar sebelumnya...
( O..O...iya..iya...ituh toh maksudnya KUSUT, KALUT, dan KABUT,,, tak kirain si Mas yang lagi Kusut, Kalut, dan Kabut...he...he...)

Wednesday, 4 November 2009

animal nature of the officials




Maaf ya... judulnya pake bahasa inggris aja ya.. biar agak lembut. minggu-minggu ini kita di pertontonkan suatu pragmen yang membuat para penontonnya ikut larut dalam pragmen yang mempertaruhkan masa depan bangsa. judul pragmennya " Buaya Vs Cicak ", walaupun kapolri telah meminta maaf kepada "Rival institusinya" KPK dan masyarakat atas statemen yang di lontarkan oleh subordinatnya Kabareskrim Irjen Susno Duadji yang menjadi tokoh central dalam pragmen perseteruan dua lembaga hukum di indonesia ini. sempat pada saat pragmen hadir dalam suatu screen dimana sang buaya coba menelan cicak ( penahanan Bibit dan Chandra ) dengan alasan yang tidak ada dasarnya kata banyak orang dan aktifis hukum, tapi dengan lantangnya waka Bareskrim mengatakan langkah yang diambil merupakan penggunaan hak hukum mereka yang memungkinkan untuk itu. Dengan situasi yang semakin memanas dan para penonton 250 juta jiwa yang mulai berang atas rasa ketidak adilan dan hati nurani mereka yang haus akan keadilan dan pemberantasan korupsi yang tidak pernah tuntas, mulai turun kejalan menyuarakan, mendukung dan bersimpati ke pada dua petinggi KPK. Mungkin untuk menghindari gejolak yang akan berakibat fatal terhadap negeri ini yang notabene pemerintahannya, maka RI1 ( yang merasa tercatut namanya dalam kasus ini ) mengambil langkah membentuk TPF atas pragmen sengketa ini, dan diharapkan TPF dapat menjadi titik terang masalah ini. Setelah persidangan MK yang mendengarkan rekaman penyadapan telepon ( kriminalisasi KPK ) secara terbuka kepada publik yang dilakukan oleh KPK atas Koko Anggodo (adiknya yang empunya kasus di hulu permasalahan ini koko Anggoro Wijoyo), malamnya pukul 10 malam akhirnya sang Buaya memuntahkan lagi sang Cicak yang sempat di telannya dengan alasan belum adanya bukti yang cukup dan pemeriksaan yang telah cukup. ada temen saya bilang bahwa tenggorokkan sang Buaya gatal-gatal setelah menelan sang Cicak, sehingga khawatirnya sang buaya akan berakibat buruk bagi tubuhnya, terpaksalah sang Cicak di muntahkan lagi.......

kasus ini merupakan satu dari ratusan bahkan ribuan kasus yang tak dapat di ungkapankan kebenarannya, kalaupun telah sampai ke pengadilan semua fakta dan bukti yang dihadirkan dalam persidangan telah di plintir oleh komplotan penjahat / mafia hukum (penuntut, penyidik, hakim, dan pembela) sehingga si empunya kasus bisa lolos dari jeratan hukum setidak-tidaknya mendapatkan hukuman yang minimal. kalau salah satu dari penegak hukum tidak sepakat untuk berbuat yang curang, maka penegak hukum itu akan di musuhi akan di kucilkan dan akan di cari kelemahannya.

"Kalau bisa di permudah, kepana harus di persusah" itulah salah satu idiom yang sering diungkapkan oleh banyak orang untuk menggambarkan, bagai mana birokarasi, lembaga tinggi pemerintahan dan parlemen berjalan, sehingga membuat cela agar suatu persoalan bisa lancar jika ada angka-angak yang dibicarakan ("disiram"), hasil Survei Barometer Korupsi Global (BKG) menunjukkan bahwa image lembaga-lembaga negara dan jajaran birokrasinya masih sangat buruk sekali.

sikap yang cinta dunia yang berlebihan (hedonisme) telah membutakan para petinggi lembaga negara, sehingga munculah sifat-sifat binatang pada manusia, bahkan melebihi binatang. mengambil yang bukan haknya secara " memaksa". seperti sang raja rutan yang mengintai mangsanya dengan menerkam dan merobek tubuh mangsanya guna tuntutan biologisnya untuk makan, apakah manusia sama seprti hewan, kenyang harta di atas penderitaan orang lain. tidak ada kesadaran untuk maju bersama, yang ada hanya kepentingan pribadi dan menumpuk kekayaan secara pribadi dengan cara-cara yang tidak benar, dan sifat ini melebihi binatang yang mempunyai kesadaran untuk hidup dan maju bersama. sang raja hutanpun berusaha menjaga kelompoknya agar bisa survive bersama.