Saturday, 19 June 2010

Bola Hypnotis Dunia


Tepat jam 8 malam WIB tadi secara resmi perhelatan akbar piala dunia sepak bola di buka, Benua Hitam untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah, khusunya Afrika Selatan di mana negara yang dulunya di kungkung oleh Politik Apherteid  ( politik pembedaan warna kulit yang biasanya bangsa kulit hitam itu lebih dicemoohkan dari pada bangsa kulit putih.) kini bisa menjadi tuan rumah pesta Dunia sepak bola sejagat. Nelso Mandela yang di harapkan hadir dalam pembukaan itu ternyata tidak bisa datang, di karenakan pada hari yang sama keluarga besar Melson Mandela di rundung duka, salah satu kemekan Mandela meninggal dunia.
Hingar bingar meriahnya pembukaan acara tersebut seolah-olah menyihir penghuni dunia tertuju ke johannesburg - Afrika Selatan, di hari-hari mendatang berbagai media cetak dan elektronik menyediakan space khusus untuk meliput perhelatan akbrar tersebut. pembicaraan warga seantero dunia selama sebulan kedepan tidak akan lepas dari pembicaraan sepak bola. itulah si kulit bundar bisa menhipnotis orang untuk melupakan masalah yang lain untuk sementara waktu.
Piala dunia banyak membuat orang yang berada di zona waktu yang berbeda tidur lebih larut menunggu tim kesayanga mereka bertarung, banyak tempat hiburan malam dirubah setingannya menjadi tempat NonBar alias nonton bareng, hampir setiap hotel juga tidak melewatkan event 4 tahunan ini lewat begitu saja, mereka  berlomba-lomba menawarkan paket NonBar ini agar lebih menarik lebih banyak pengunjungnya, di kampung-kampung dan perumahan-perumahan pun mengadakan NonBar bersama warga setempat. itulah sepak bola bisa menhapus sekat-sekat pemisah melintasi berbagai perbedaan. seperti apa yang diperjuangkan oleh Nelson Mandela untuk menhapuskan politik Apherreid bagi kemajuan Afrika Selatan.

Sunday, 6 June 2010

Terorisme Nyata Bagi Kemanusian


Setiap kali berbicara soal Terorisme, mata dunia selalu dan pasti tertuju ke muka kaum Muslim, sebenarnya apa yang melatar belakangi Stereotype / pandangan negatif terhadap kaum muslim seperti ini.  Karena tidak satupun ajaran agama yang ada di muka bumi ini yang mengajarkan kekerasan. kalaupun ada pemeluk agama tertentu yang melakukan kekerasan terhadap kaum yang lain, bisa jadi itu bermotif pribadi, Bisnis, atau bahkan motif politik, biar suasana semakin panas dan menarik banyak orang yang ikut masuk ke konflik di bikinlah nuansa konflik agama di situ, karena sentimen agama merupakan bahan bakar sangat cepat membakar amarah bagi pengikutnya.
Sentimen agama adalah sentimen yang sangat mudah di sulut karena adalah hal dasar yang dapat membuat seseorang timbul rasa fanatisme, walaupun seseorang itu dalam kesehariannya tidak terlalu menjalankan perintah agamanya bahkan kadang melanggar perintah agamanya, jika disentuh sentimen agamanya sudah barang akan timbul rasa fanatismenya untuk membela.
Konflik Palestina-Israel, yang tidak pernah padam sejak tahun 1948, banyak menguras emosi umat Islam seluruh penjuru dunia. Kaum Zionisme Yahudi yang didukung sekutunya  Amerika ingin menduduki kembali tanah yang telah di tinggalkan mereka ratusan tahun dengan cara-cara yang tidak elegan dan unjuk kekuasaan dengan kekerasan, salah satunya adalah pendudukan Masjidil AL AQSA yang merupakan tempat suci Umat Islam. Inilah salah satu penyebab timbulnya sentimen agama yang menghadirkan perlawanan kaum muslim terhadap Simbol-simbol dan kepentinganYahudi dan Amerika di seluruh dunia, yang Amerika Labeling  secara sepihak sebagai gerakan terorisme.
Sepanjang konflik tersebut, dukungan umat islam terhadap warga Palestina fluktuatif, jika ada momen tertentu barulah dukungan akan di berikan, jika tidak ada, dukunganpun hanya sekedarnya saja. jangankan negara-megara  muslim, negara-nagara  arab, bahkan di dalam tubuh negara palestina sendirpun susah bersatu, banyak faksi-faksi yang sulit di satukan yang bisa jadi sengaja di ciptakan /di skenariokan oleh Amerika atau zionis.
Secara nyata Zionis melakukan Genocida (pemusnahan secara terhadap suatu bangsa) terhadap orang Palestine. tapi apa, Lembaga dunia seperti PBB dengan Dewan Keamanannya mati kutu di buat Israel, apalagi Amerika yang katanya Polisi Dunia Bungkam seribu bahasa. Ada pertanyaan besar ADA APA IN ?  apakah Zionis tidak berkaca pada diri sendiri apa yang telah di perbuat HITLER dengan NAZI-nya yang telah pembumi hangusah kaum Yahudi, bagaimana rasanya ?, ataukah ini perbuatan balas dendam yang salah alamat.
Sentimen Agama sudah tidak cukup kuat lagi untuk mempersatukan umat Islam dalam menyelesaikan permasalahan ini, diperlukan sentimen lain yang dapat menyatukan warga dunia untuk secara bersama menyelesaikan konflik yang seolah-olah tidak bertepi. Isu kemanusiaan adalah sentimen yang dapat menyatukan warga dunia dengan lintas  agama, suku, ras dan bangsa. pembantaian masal terhadap warga palestina yang tidak berdosa  kaum ibu dan anak-anak, pemblokadean warga Gaza terhadap access bantuan luar membuat warga gaza semakin teraniaya.
Dengan sentimen kemanusiaan banyak warga dunia dengan berbagai latarbelakang menunjukkan simpati meraka terhadap warga palestina, NGO-NGO asing yang konsen terhadap isu kemanusian turut membantu perjuangan warga palestina dalam memperjuangakan hak-hak mereka. Isu kemanusiaan perlu di kedepankan guna menarik semakin banyak warga dunia turut andil dalam menekan Israel agar menghentikan tindakan brutal mereka terhadap orang-orang palestina. banyak yang menilai perlakuan Zionis terhadap Palestina adalah PENJAJAHAN yang sudah selayaknya pada zaman sekarang tidak adalagi. sesungguhnya zionis adalah TEROR yang amat menakutkan warga palestina, warga palestina hanya pasra menunggu antiran waktu kapan mereka akan menemui ajal mereka di bawah ancaman senjata zionis. SESUNGGUHNYA KAUM ZIONIS ADALAH TERORIS YANG NYATA BAGI KEMANUSIAAN.