Friday, 30 October 2009

Spirit carries on...


Ada lagu yang menarik dan enak untuk dengar " SPIRIT CARRIES ON" by Dream Theater. (hah...ga' salah mas..., sok gaul kale...si mas ini...). ya lagunya bagiku sangat menyentuh, biasanya lagu Dream Theater ini hard cord, tapi yang satu ini saya suka karena sedikit slow. ceritanya kalau gak salah nih tentang sesorang yang mencari arti hidupnya di dunia, orang yang dahulunya takut akan kematian karena mereka menganggap kematian adalah akhir dari segalnya, apa tujuannya hidup di dunia ini, mengapa ia bisa hadir di dunia ini dan pada akhirnya meninggalkan dunia ini, dalam liriknya di sebutkan " They say life is too short the here and the now- and you’re only given one shot", ya..hidup itu sangat singkat dan tidak ada kesempatan yang kedua hidup di dunia ini, dan setelah mengetahui dan sadar bahwa akan ada kehidupan lain setelah hidup di dunia ini, mereka tidak akan takut akan mati lagi karena Spirit Carries On.

Menurut Islam dunia atau alam dunia adalah tempat tinggal sementara, maka waktunya hanya
sebentar jika dibandingkan dengan akhirat atau alam akhirat yang merupakan tempat tujuan akhir kehidupan manusia yang kekal abadi. ( wah...makanya mas jadi orang jangan sombong, hidup di dunia itu sementara, dan waktunya pun singkat . sudah gak punya apa2, kikir, jarang ibadah, jelek, keras hati, sombong lagi, tobat..tobat..mas..) Sebagai lawan dari alam akhirat yang sifatnya gaib atau metafisika, alam dunia berarti alam syahadah atau fisika. Dengan demikian, pengertian dunia mencakup langit dan bumi serta segala sesuatu yang ada di dalam dan di antarakeduanya yang dapat disaksikan.

kita yang telah paham akan singkatnya waktu yang ada di dunia ini, semoga di beri kekuatan untuk berbenah akan hak dan kewajiban kita selaku khalifah di muka bumi ini ( nah ..gitu dong mas....cepat tobat, tapi jangan di mulut doang, action...action ). tapi banyak pula yang telah paham akan singkatnya waktu di dunia ini, tapi mereka enggang untuk berubah kearah yang lebih baik ( termasuk mas..kali ye..)

semoga kita termasuk orang yang beruntung, dan menyakini hidup di alam yang lain. karena kematian bukan akhir dari segalanya, karena tindak tanduk kita di dunia akan di pertanggung jawabkan di akhirat. "If I die tomorrow, I’d be all right because I believe that after we’re gone, the spirit carries on"


Tuesday, 27 October 2009

Insya Allah.....


Kata itu gampang dan sangat ringan untuk di ucapkan, namun di balik gampang dan ringan untuk diucapkan memiliki arti yang amat dalam ( betul..betul..betul..!!!), "..Dengan Izin Allah.." ya begitulah artinya, dari atinya pun sangat simple tapi pemaknaannya sangat dalam tak sedangkal pengucapannya. Segala sesuatu di dunia ini bahkan di Alam semesta ini tidak akan terjadi tanpa kehendak-Nya. Dia lah yang maha berkehendak. kalau di kantor-kantor, kita bisa analogikan, segala sesuatu yang terjadi di kantor harus seizin atasan/manager yang mempunya otoritas tanggung jawab, dan inipun kadangkala banyak kejadian yang terjadi tanpa sepengetahuan atau izin atasan/Manager, bahkan hal yang negatifpun kadang tak rerpantau oleh mereka. Tak ada yang luput dari pandangan Allah semuanya dalam gengamannya, jumlah butir pasir di muka bumi inipun Allah mengetahuinya, saya sedang menulis tulisan inipun Allah mengetahuinya. jangankan yang tersurat yang tersirat tersembunyi dalam lubuk hati kitapun Allah pun mengetahuinya. Dia lah Allah, tak ada yang luput dari pandangan-Nya. ( wah Si Mas ini, nampaknya mulai normal nih pikirannya )

Kita manusia kadang lupa akan adanya yang Maha Melihat, Maha Mendengar,dan Maha Kekehendak. Seolah-olah kita hidup dan melangkah di muka bumi ini kita yang mengatur dan kita yang mengedalikan, padahal tidaklah demikian karena segala sesuatu itu telah di rancang oleh Allah jauh sebelum kita dilahirkan atau kata pak Uztad bilang Zaman Azali ( zaman yang tidak ada awalnya), ibarat komputer segala sesuatu telah diprogram ya..tinggal running aja...( ehh...sok pandai pula komputer, perasaan pegang komputer baru kemarin..Capek.. D...). karena segala suatu telah ada Qadha dan Qaddar-Nya...( ah..diam-diam mau jadi uztad ya..Mas..)

" yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya". (QS .Al-Furqan ayat 2).


Saya teringat cerita teman saya..( ah...cerita teman Mas atau ngarang nih...)("terserah saya tau..!!!, mau cerita teman saya kek, atau saya ngarang kek, kan yang nulis cerita kan saya")(ya..silahkan lanjut mas).
Saya teringat cerita teman saya, dikisahkan ada sorang bapak kepala keluarga yang hidup mewah, bapak tersebut seorang pejabat dari sebuah kantor pemerintahan, hidup berweh-mewahan membuat bapak itu lupa akan jati dirinya sebagai ciptaan Allah. segala sesuatu yang ia ingin miliki pasti bisa ia miliki, bahkan pengeluarannya (cost of life)/biaya hidup dari keluarganya lebih besar dari pendapatan (income) resmi dari bapak itu, tapi semua itu bisa diatasi oleh si bapak, bahkan masih bisa deposito lagi. Di balik gagah dan hebatnya si bapak ada sosok istri yang soleh ( tidak sperti kebanyakan istir pejabat lainya, si ibu ini justru sebaliknya sangat takut hal-hal yang berbau dosa), walaupun sang suami yang gampang marah dan selalu mementingkan urusan dunia (hedonisme), si ibu tetap bersabar dan kadang kala harus bersimpu di hadapan Allah, tempat satu-satunya untuk mengadu. si ibu kadang miris dengan apa yang di hadapinya, sesekali ia meragukan kehalalan rezeki yang di dapat suaminya, ia sadar betul bahwa bukan dari makanan yang bergizi saja yang membuat keluarganya sehat, tapi bagaimana cara mendapatkan rezeki untuk membeli makan sehat itu lebih diutamakan (halalan thoyibah).
pada suatu hari si bapak akan berangkat ke luar kota untuk menemui rekanan kantornya,
" mami, besok papi mau berangkat ke luar kota mau menemui rekanan kerja papi, mungkin dua hari papi di sana", kata si bapak.
" ya ..Insya Allah papi " si ibu mendoakan dengan nada yang lembut.
"ah..ini bukan Insya Allah lagi, tiket sudah dibeli...,semunya sudah di atur sama rekanan kantor papi, papi tinggal berangkat aja lagi", si bapak menjelaskan.
"bukan begitu pi, siapa tau besok gak jadi berangkat, kan kita berencana tapi Allah yang memutuskan" imbuh si ibu.
"oh...jadi mami tidak suka papi berangkat, mami harusnya mendukung papi, papi banting tulang hilir mudik hanya semata mencari uang mi, demi keluarga kita", dengan nada yang tinggi si bapak kelihatan emosi.dan si ibu pun nampak kelimpungan dengan nada bicara si bapak yang mulai marah sambil berkata
" iya pi, mami mendukung usaha papi, maaf kan mami pi"..

Besok harinya si bapak sangat sumeringah, nampak sangat senang sekali sibapak akan berangkat jam 10 pagi ini sebelunya akan ke kantor terlebih dahulu, tapi setelah tiba di kantor si bapak terkejut sekali, orang kejaksaan telah menunggunya untuk di bawa kekejaksaan untuk dimintakan keterangan atas adanya penyimpangan dana dan proyek yang tak sesuai standar ( ada dugaan korupsi yang dilakukan sang Bapak), setelah dibawa ke kejaksaan untuk diperiksa si bapak sempat melihat televisi ada berita tentang berita Jatuhnya pesawat, semua Crew dan penumpang pesawat tewas semua. Nampak muka si bapak berubah semakin pucat, lama-kelamaan mulai butiran-butiran air mata nampak mengalir dari raut mukanya yang putih memucat seraya berucap
" ya Allah memang semua Engkau yang kendalikan ya Allah, ampunilah hambaMu yang sombong ini ya Allah, segala sesuatu tak ada yang tak luput dari pandangan-Mu ya Allah, terima kasih ya Allah Engkau masih beri aku hidup ya Allah, akan ku gunakan waktu ku sebaiknya ya Allah" lantas si bapak bersujud di lantai kejaksaan, dan orang di kejaksaan pun heran, ada apakah gerangan dengan si bapak?. Dan si bapak menjelaskan ke pada orang di sekelilingnnya
"saya sangat bersyukur sekali telah di bawa bapak kemari, ini adalah kehendak-Nya, kalau bapak tidak datang tadi pagi untuk menjemput saya, pastilah saya akan bersama orang-orang yang tewas dalam pesawat itu"
ternyata pesawat yang jatuh itu adalah pesawat yang harusnya di naiki oleh sang bapak keluar kota. Maha besar Allah dengan segala kehendak-Nya. ( mas ini cerita ngarang atau beneran sih...)

Manusia adalah hamba yang dhoif (lemah), sepatutnya lah kita berserah diri kepada Allah atas segala sesuatu yang kita kerjakan. kita boleh punya rencana, tapi yang paling akhitr menentukan ialah Allah Azawazalah. Insya Allah memang dangkal dalam pengucapan tapi sangat dalam artinya.
semoga cerita tulisan saya ini bermanfaat, insya Allah....., Amin...

Wednesday, 21 October 2009

Menjaga Segumpal Darah.....


Teringat syair lagu yang sering dilantunkan oleh AA Gym ( eh.. fans nya AA gym ya...) yang mengumandangkan penting menjaga hati agar tetap terang jalan hidup ini, " jagalah hati jangan kau kotori, jagalah hati lentera hidup ini ". Ya syair itu sangat simple tapi mengandung makna yang sangat dalam, hati atau kalbu merupakan " sumber perasaan " ( source of sense ) seseorang, sedangkan akal "sumber pemikiran" (source of Mind). Seperti apa yang saya ungkapkan pada tulisan saya sebelumnya bahwa akal akan liar tanpa dipagari oleh hati yang bersih.

Saya pribadi mengakui bahwa menjaga hati agar tetap bersih itu sangat sulit sekali ( emang-emang betul...baru ngaku dia...terlambat mas..), apalagi pikiran ini sudah kemana-mana bahkan adakalanya panjang angan-angan lagi ( tulul amal tuh namanya...), sehingga bersikappun kadang serba salah. bulan Ramadhan baru aja berlalu padahal bulan itu merupakan bulan lahitan bagi hati untuk berbenah, eh... malah terkesan lewat aja ...memang kita ini makhluk yang kurang bersyukur....dah dikasih keringanan masih juga lalai.
Pernah ibunya anak saya ( ribet kali sih...bilang aja istri saya..gitu..) pada suatu kesempatan berbincang-bincang mengatakan.." ayah ...kalau bunda perhatikan ayah ini orangnya agak sombong, angkuh, gengsinya tinggi " ( wah...betul sekali mbak..emang si mas ini orang sombong...). waduh mendengar ucapannya itu saya marah sekali pada saat itu..." ah..itu sih orang yang gak senang aja sama saya yang bilang begitu!!!!" jawab saya dengan nada yang tinggi. (kan betulkan..dikasih tau malah..marah dia...dasar..dasar...angkuh..)" wah ..kok marah sih...bundakan cuma kasih tau, itukan buat kebaikan ayah, lebih baik bunda yang bilang duluan, dari pada orang yang lain bilang ...itukan lebih..berbahaya dan memalukan....".istriku coba menjelaskan lebih lanjut. Ya itulah manusia (eh...itu kamu tau!!!) di kasih koreksi malah marah, ya mungkin saat inipun masih begitu saya, wah jelek kali sifat saya ya...( nah gitu mas... introspeksi dong.). Itulah hati manusia, alih-alih mau di bersihkan eh...malah jadi keras hatinya. Apa yang dikatakan istri saya itu terus ter..ngian di kepalaku, apakah betul saya ini seperti apa yang dikatakan istri saya.

Memang kalau tidak ada yang mengkoreksi kita memang sulit bagi kita untuk mengetahui, bagaimana sifat kita terhadap orang lain, seharusnya kita itu berterima kasih terhadap orang yang telah mengkritik kita yang bertujuan perbaikan diri kita dimasa depan, jangan seperti saya tadi di kasih masukan, eh malah marah saya. mungkin selama ini kita telah bersikap baik terhadap orang, tapi belum tentu orang lain bisa menerima sikap kita itu baik terhadapnya, mungkin sikap kita itu terhadap orang lain itu menyakitkan. nah itulah pentingnya koreksi dari orang lain. Dengan pendirian hati kita yang selama ini kita anggap baik tanpa ada koreksi dari orang lain akan tertanam dalam hati kita dan menjadi kebiasaan yang membentuk watak kita, jadilah hati kita keras.

Nah itulah HATI...kalau tidak di evaluasi akan terejahwantahkan menjadi watak dan dan prilaku, ada dalil agama yang mengatakan " ada segumpal darah dalam tubuh manusia, jika segumpal darah itu baik, maka baik lah seluruh tubuh itu " apakah segumpal darah itu ? itulah HATI manusia....

semoga buat renungan...terutama diri penulis sendir....

Sunday, 18 October 2009

SABAR OM.....

Ya... namanya hidup, kita manusia memang tak pernah puas dengan apa yang kita raih.., inginya sih lebih dari yang sekarang. seperti pepatah mengatakan " dah dapat daging maunya minta paha, dah dapet paha eh...mintanya hati.." yaa...itulah manusia.

Tapi dengan sifat manusia yang ingin selalu lebih ini memang di satu sisi membawa kemajuan sehingga manusia menjadi inovatif untuk memenuhi kebutuhannya asalkan tidak melanggar norma-norma / hukum positif yang berlaku di masyarakat, tapi terkadang sifat ingin lebih ini di sisi lain bisa membawa hal negatif yang dapat melanggar norma-norma kepatutan dan bahkan melanggar hukum positif yang ada di masyarakat, misalnya ingin lebih dimata bos bisa jadi sesorang dengan kata halusnya "bisa angkat telur" (apaan tuh..) sehingga orang tersebut dimata bos selalu yang terbaik tak ada cacatnya. atau contoh lain seseorang ingin lebih dari yang sekarang bisa jadi kalau ia pegawai mungkin korupsi kecil-kecilan ( siapa tau besok-besok bisa korupsi besar-besaran).

Seperti saya sih pinginnya lebih dari yang sekarang...eh...malah lebih parah dari yang kemarin..., menurut konsep dagang dan juga konsep agama saya itu manusia yang merugi. ( kasian deh lho...) tapi dalil agama yang lain mengatakan bahwasanya hidup itu seperti roda ya kadang diatas dan juga kadang di bawah..( jangan ngeres ya...). kata pak ustadz kalau kita lagi posisi down ya... banyak-banyak koreksi, siapa tau itu kesalahan kita. "iya pak ustadz itu sih...salahnya saya, saya sih bandel orangya,gak bisa diomongin...", dan kata pak ustadz lagi harus banyak bersabar...semoga cobaan..(hukuman kalee..) dapat di lalui.

Banyak manusia " super" di muka bumi ini pasti pernah mengalami posisi di bawah ( suka kali nulis posisi atas bawah... ganti dong nanti konotasinya negatif ) Ok lah...sewot amat sih....
Banyak manusia " Super " di muka bumi ini pasti pernah mengalami posisi sulit dalam hidupnya ( nah gitu dong) tapi dengan kesabaran dan terus berusaha yang terbaik kesulitan hidup bisa dapat diatasi. ada dalil agama lagi yang mengatakan bahwa" suatu cobaan yang ditimpahkan kepada suatu kaum/umat/individu bertujuan untuk mengangkat derajat kaum/umat/individu yang bersangkutan lebih tinggi" ( wah bela diri nih...)
tapi dalil itu pasti dengan beberapa catatan yang pastinya harus Sabar, anak saya bilang " ayah orang sabar itu di sayang Allah"

memang selayaknya manusia itu dari hari ke hari hidupnya lebih baik dari yang kemarin, karena waktupun tidak akan pernah berputar mundur ( jam yang rusak om). manusia diberi akal dan hati guna mencari hal yang terbaik dalam hidupnya dan tidak melanggar hak orang lain, karena akal akan liar bila tidak di pagari dengan hati yangn bersih.

semoga keniginan kita untuk maju tidak liar ( halal,haram dan hantam) dengan hati yang bersih dan niat yang tulus tanpa merugika pihak lain (nyindir nih...), bahkan merugikan diri sendiri..( siapa tuh..)... dan semuanya harus di hadapi dengan sabar. Kata anak saya " Ayah Orang Sabar Disayang ALLAH".