Wednesday, 21 October 2009

Menjaga Segumpal Darah.....


Teringat syair lagu yang sering dilantunkan oleh AA Gym ( eh.. fans nya AA gym ya...) yang mengumandangkan penting menjaga hati agar tetap terang jalan hidup ini, " jagalah hati jangan kau kotori, jagalah hati lentera hidup ini ". Ya syair itu sangat simple tapi mengandung makna yang sangat dalam, hati atau kalbu merupakan " sumber perasaan " ( source of sense ) seseorang, sedangkan akal "sumber pemikiran" (source of Mind). Seperti apa yang saya ungkapkan pada tulisan saya sebelumnya bahwa akal akan liar tanpa dipagari oleh hati yang bersih.

Saya pribadi mengakui bahwa menjaga hati agar tetap bersih itu sangat sulit sekali ( emang-emang betul...baru ngaku dia...terlambat mas..), apalagi pikiran ini sudah kemana-mana bahkan adakalanya panjang angan-angan lagi ( tulul amal tuh namanya...), sehingga bersikappun kadang serba salah. bulan Ramadhan baru aja berlalu padahal bulan itu merupakan bulan lahitan bagi hati untuk berbenah, eh... malah terkesan lewat aja ...memang kita ini makhluk yang kurang bersyukur....dah dikasih keringanan masih juga lalai.
Pernah ibunya anak saya ( ribet kali sih...bilang aja istri saya..gitu..) pada suatu kesempatan berbincang-bincang mengatakan.." ayah ...kalau bunda perhatikan ayah ini orangnya agak sombong, angkuh, gengsinya tinggi " ( wah...betul sekali mbak..emang si mas ini orang sombong...). waduh mendengar ucapannya itu saya marah sekali pada saat itu..." ah..itu sih orang yang gak senang aja sama saya yang bilang begitu!!!!" jawab saya dengan nada yang tinggi. (kan betulkan..dikasih tau malah..marah dia...dasar..dasar...angkuh..)" wah ..kok marah sih...bundakan cuma kasih tau, itukan buat kebaikan ayah, lebih baik bunda yang bilang duluan, dari pada orang yang lain bilang ...itukan lebih..berbahaya dan memalukan....".istriku coba menjelaskan lebih lanjut. Ya itulah manusia (eh...itu kamu tau!!!) di kasih koreksi malah marah, ya mungkin saat inipun masih begitu saya, wah jelek kali sifat saya ya...( nah gitu mas... introspeksi dong.). Itulah hati manusia, alih-alih mau di bersihkan eh...malah jadi keras hatinya. Apa yang dikatakan istri saya itu terus ter..ngian di kepalaku, apakah betul saya ini seperti apa yang dikatakan istri saya.

Memang kalau tidak ada yang mengkoreksi kita memang sulit bagi kita untuk mengetahui, bagaimana sifat kita terhadap orang lain, seharusnya kita itu berterima kasih terhadap orang yang telah mengkritik kita yang bertujuan perbaikan diri kita dimasa depan, jangan seperti saya tadi di kasih masukan, eh malah marah saya. mungkin selama ini kita telah bersikap baik terhadap orang, tapi belum tentu orang lain bisa menerima sikap kita itu baik terhadapnya, mungkin sikap kita itu terhadap orang lain itu menyakitkan. nah itulah pentingnya koreksi dari orang lain. Dengan pendirian hati kita yang selama ini kita anggap baik tanpa ada koreksi dari orang lain akan tertanam dalam hati kita dan menjadi kebiasaan yang membentuk watak kita, jadilah hati kita keras.

Nah itulah HATI...kalau tidak di evaluasi akan terejahwantahkan menjadi watak dan dan prilaku, ada dalil agama yang mengatakan " ada segumpal darah dalam tubuh manusia, jika segumpal darah itu baik, maka baik lah seluruh tubuh itu " apakah segumpal darah itu ? itulah HATI manusia....

semoga buat renungan...terutama diri penulis sendir....

No comments:

Post a Comment