Ya... namanya hidup, kita manusia memang tak pernah puas dengan apa yang kita raih.., inginya sih lebih dari yang sekarang. seperti pepatah mengatakan " dah dapat daging maunya minta paha, dah dapet paha eh...mintanya hati.." yaa...itulah manusia.
Tapi dengan sifat manusia yang ingin selalu lebih ini memang di satu sisi membawa kemajuan sehingga manusia menjadi inovatif untuk memenuhi kebutuhannya asalkan tidak melanggar norma-norma / hukum positif yang berlaku di masyarakat, tapi terkadang sifat ingin lebih ini di sisi lain bisa membawa hal negatif yang dapat melanggar norma-norma kepatutan dan bahkan melanggar hukum positif yang ada di masyarakat, misalnya ingin lebih dimata bos bisa jadi sesorang dengan kata halusnya "bisa angkat telur" (apaan tuh..) sehingga orang tersebut dimata bos selalu yang terbaik tak ada cacatnya. atau contoh lain seseorang ingin lebih dari yang sekarang bisa jadi kalau ia pegawai mungkin korupsi kecil-kecilan ( siapa tau besok-besok bisa korupsi besar-besaran).
Seperti saya sih pinginnya lebih dari yang sekarang...eh...malah lebih parah dari yang kemarin..., menurut konsep dagang dan juga konsep agama saya itu manusia yang merugi. ( kasian deh lho...) tapi dalil agama yang lain mengatakan bahwasanya hidup itu seperti roda ya kadang diatas dan juga kadang di bawah..( jangan ngeres ya...). kata pak ustadz kalau kita lagi posisi down ya... banyak-banyak koreksi, siapa tau itu kesalahan kita. "iya pak ustadz itu sih...salahnya saya, saya sih bandel orangya,gak bisa diomongin...", dan kata pak ustadz lagi harus banyak bersabar...semoga cobaan..(hukuman kalee..) dapat di lalui.
Banyak manusia " super" di muka bumi ini pasti pernah mengalami posisi di bawah ( suka kali nulis posisi atas bawah... ganti dong nanti konotasinya negatif ) Ok lah...sewot amat sih....
Banyak manusia " Super " di muka bumi ini pasti pernah mengalami posisi sulit dalam hidupnya ( nah gitu dong) tapi dengan kesabaran dan terus berusaha yang terbaik kesulitan hidup bisa dapat diatasi. ada dalil agama lagi yang mengatakan bahwa" suatu cobaan yang ditimpahkan kepada suatu kaum/umat/individu bertujuan untuk mengangkat derajat kaum/umat/individu yang bersangkutan lebih tinggi" ( wah bela diri nih...)
tapi dalil itu pasti dengan beberapa catatan yang pastinya harus Sabar, anak saya bilang " ayah orang sabar itu di sayang Allah"
memang selayaknya manusia itu dari hari ke hari hidupnya lebih baik dari yang kemarin, karena waktupun tidak akan pernah berputar mundur ( jam yang rusak om). manusia diberi akal dan hati guna mencari hal yang terbaik dalam hidupnya dan tidak melanggar hak orang lain, karena akal akan liar bila tidak di pagari dengan hati yangn bersih.
semoga keniginan kita untuk maju tidak liar ( halal,haram dan hantam) dengan hati yang bersih dan niat yang tulus tanpa merugika pihak lain (nyindir nih...), bahkan merugikan diri sendiri..( siapa tuh..)... dan semuanya harus di hadapi dengan sabar. Kata anak saya " Ayah Orang Sabar Disayang ALLAH".
Tapi dengan sifat manusia yang ingin selalu lebih ini memang di satu sisi membawa kemajuan sehingga manusia menjadi inovatif untuk memenuhi kebutuhannya asalkan tidak melanggar norma-norma / hukum positif yang berlaku di masyarakat, tapi terkadang sifat ingin lebih ini di sisi lain bisa membawa hal negatif yang dapat melanggar norma-norma kepatutan dan bahkan melanggar hukum positif yang ada di masyarakat, misalnya ingin lebih dimata bos bisa jadi sesorang dengan kata halusnya "bisa angkat telur" (apaan tuh..) sehingga orang tersebut dimata bos selalu yang terbaik tak ada cacatnya. atau contoh lain seseorang ingin lebih dari yang sekarang bisa jadi kalau ia pegawai mungkin korupsi kecil-kecilan ( siapa tau besok-besok bisa korupsi besar-besaran).
Seperti saya sih pinginnya lebih dari yang sekarang...eh...malah lebih parah dari yang kemarin..., menurut konsep dagang dan juga konsep agama saya itu manusia yang merugi. ( kasian deh lho...) tapi dalil agama yang lain mengatakan bahwasanya hidup itu seperti roda ya kadang diatas dan juga kadang di bawah..( jangan ngeres ya...). kata pak ustadz kalau kita lagi posisi down ya... banyak-banyak koreksi, siapa tau itu kesalahan kita. "iya pak ustadz itu sih...salahnya saya, saya sih bandel orangya,gak bisa diomongin...", dan kata pak ustadz lagi harus banyak bersabar...semoga cobaan..(hukuman kalee..) dapat di lalui.
Banyak manusia " super" di muka bumi ini pasti pernah mengalami posisi di bawah ( suka kali nulis posisi atas bawah... ganti dong nanti konotasinya negatif ) Ok lah...sewot amat sih....
Banyak manusia " Super " di muka bumi ini pasti pernah mengalami posisi sulit dalam hidupnya ( nah gitu dong) tapi dengan kesabaran dan terus berusaha yang terbaik kesulitan hidup bisa dapat diatasi. ada dalil agama lagi yang mengatakan bahwa" suatu cobaan yang ditimpahkan kepada suatu kaum/umat/individu bertujuan untuk mengangkat derajat kaum/umat/individu yang bersangkutan lebih tinggi" ( wah bela diri nih...)
tapi dalil itu pasti dengan beberapa catatan yang pastinya harus Sabar, anak saya bilang " ayah orang sabar itu di sayang Allah"
memang selayaknya manusia itu dari hari ke hari hidupnya lebih baik dari yang kemarin, karena waktupun tidak akan pernah berputar mundur ( jam yang rusak om). manusia diberi akal dan hati guna mencari hal yang terbaik dalam hidupnya dan tidak melanggar hak orang lain, karena akal akan liar bila tidak di pagari dengan hati yangn bersih.
semoga keniginan kita untuk maju tidak liar ( halal,haram dan hantam) dengan hati yang bersih dan niat yang tulus tanpa merugika pihak lain (nyindir nih...), bahkan merugikan diri sendiri..( siapa tuh..)... dan semuanya harus di hadapi dengan sabar. Kata anak saya " Ayah Orang Sabar Disayang ALLAH".
No comments:
Post a Comment